Dalil-Dalil tentang Bid'ah
Linkedin

Dalil-Dalil tentang Bid'ah

Yogyakarta : Indonesia | Nov 23, 2010 at 2:17 AM PST
XX XX
Views: Pending
 

Definisi Bid'ah :Cara yang diada-adakan dalam masalah agama yang berlawanan dengan syariat, dengan tujuan membuat aturan dan berlebihan dalam BERIBADAH kepada Allah. Sedang utk masalah perangkat / urusan dunia, manusia diperbolehkan utk mengeksplorasi, selama tidak ada larangannya dalam islam

1.Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala

“Pada hari ini telah Ku-sempurnakan bagimu agamamu dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku dan telah Ku-ridhai Islam sebagai agamamu.” (QS. Al-Ma’idah: 3)

Dari ayat diatas sudah jelas bahwa Islam adalah agama yang sempurna. Adanya perilaku segelintir manusia yang mencoba menambah ataupun mengurangi ajaran Islam merupakan perbuatan tercela dan itu sama saja merusak esensi ajaran Islam itu sendiri.

Malik bin Anas Rahimahullah berkata: “Barangsiapa yang melakukan suatu bid’ah dalam Islam yang dia menganggap baik bid’ah tersebut, maka sungguh ia telah menuduh bahwa Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam telah mengkhianati risalah ini. Sebab Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Pada hari ini telah Ku-sempurnakan bagimu agamu dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku dan telah Ku-ridhai Islam sebagai agamamu”. (QS. Al-Ma’idah: 3) Oleh sebab itu apa saja yang bukan merupakan agama pada hari itu, maka ia bukan termasuk agama pada hari ini”( al-I’tisham oleh asy-syaathibiy,1/64)

Asy-Syaukani Rahimahullah berkata : ”Maka jika Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menyempurnakan agama-Nya sebelum Nabi-Nya Shallallahu ‘alaihi wa Sallam wafat, maka apa artinya pendapat bid’ah yang di buat buat oleh kalangan ahli bid’ah tersebut!!? Kalau memang hal tersebut merupakan agama menurut mereka,, berarti mereka telah beranggapan bahwa agama ini belum sempurna kecuali dengan tambahan pemikiran mereka, dan itu berarti pmbangkangan terhadap Al Qur’an. Kemudian jika pemikiran mereka itu tidak termasuk dalam agama, maka apa manfaatnya mereka meyibukan diri mereka dengan sesuatu yang bukan dari agama ini”!?

2. Hadits dari Jabir bin Abdullah Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam sering mengatakan dalam khutbahnya:

“Amma ba’ad. Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah firman Allah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dan seburuk-buruk perkara adalah yang dibuat-buat dan setiap bid’ah itu sesat.” (HR. Muslim, no.867)

3.Dari ‘Irbadh bin Saariyah [/i]Radhiyallahu ‘anhu[/i] ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam pernah memberikan kepada kami suatu nasihat yang menggetarkan hati dan membuat air mata kami berlinang, lalu kamipun berkata: “Ya Rasulullah sepertinya ini merupakan nasehat perpisahan maka nasehatilah kami wahai Rasulullah! Beliaupun lalu bersabda:

“Aku wasiatkan kepada kalian agar bertaqwa kepada Allah ‘Azza wa Jalla, (agar) mendengarkan dan mentaati, sekalipun kalian diperintah oleh seorang hamba sahaya. Karena sesungguhnya barangsiapa di antara kalian yang dipanjangkan umurnya, maka ia akan melihat banyak terjadi perselisihan (dalam agama), maka hendaklah kalian berpegang dengan sunnahku dan sunnah khulafa’urrasyidin yang mendapatkan petunjuk sesudahku, berpegang teguhlah padanya, gigitlah sunnah itu dengan gigi gerahammu. Dan berhati-hatilah kamu terhadap perkara-perkara yang dibuat-buat (dalam agama), karena sesungguhnya setiap bid’ah itu adalah kesesatan.” (HR. Ahmad 4/126, Abu Dawud no. 4607, At-Tirmidzy no. 2676, Ibnu Majah no. 44, Ad-Darimy (1/44-45).

4. Dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Barangsiapa yang mengamalkan satu amalan yang dibuat-buat dalam ajaran kami (agama) padahal amalan itu bukan berasal dari agama ini, maka amalan tersebut tertolak.” (HR. Bukhari – Muslim)

Asy-Syaukani Rahimahullah berkata: “Hadits ini merupakan salah satu dari kaidah-kaidah agama, sebab hadits ini mendasari hokum-hukum yang tiada terbatas. Dan betapa tegas hadits ini dan betapa jelas indikasinya terhada kebatilan para fuqaha’ yang membagi bid’ah menjadi beberapa macam serta hanya menolak sebagian bid’ah saja tanpa ada dalil yang mengkhususkannya baik dari dalil aqly maupun dalil naqly.”

Pertanyaan-pertanyaan yang sering dilontarkan kaum AHLI BID'AH :

Kalo bid'ah sesat, berarti kita tidak boleh pakai internet, mobil, speaker dong ?

Sebenarnya pertanyaan tersebut justru menunjukkan kebodohan mereka sendiri. Bid'ah itu terkait dengan segala hal yang menyinggung ranah agama, seperti membaca AlQuran di kuburan, yang jelas2 larangan dalam Islam karena kuburan bukanlah tempat ibadah. Yang benar, di kuburan kita dianjurkan utk mendoakan yg meninggal. Sesajen, yang diperuntukkan untuk penunggu tempat tertentu yang dipercaya memiliki kekuatan supra merupakan bentuk BID'AH sekaligus SYIRIK. Sedangkan mengenai masalah dunia (IPTEK), manusia justru diperbolehkan untuk mengembangkan secara luas.

Begitu juga dengan nonton TV, jika yang ditonton lebih banyak mudharatnya ya nggak usah, tetapi bila tayangannya banyak yang mendidik, silahkan ditonton. Semua itu tergantung dari cara saudara dalam memfilter aja. Ada juga yang mengatakan, di Ka'bah ada juru kunci dan mengganti kain penutup Ka'bah. Yang jadi pertanyaan, apakah ganti kain penutup mesti bakar kemenyan dan kembang 7 rupa ?Kalao demikian, penggantian kain tsb bukan lagi masalah duniawi tetapi sdh berubah menjadi ritual yang merusak akidah.

Patokannya, dalam AGAMA harus melihat ada TUNTUNANnya atau tidak. Sedangkan dalam hal duniawi, yang menjadi patokan adalah ada LARANGANNYA nggak dlm Islam.

Kalo begitu, Syekh Siti Jenar, Abdul Qadir Jaelani, dan banyak ahli SUFIISME itu sesat donk ?

Cobalah anda renungi, saudara itu umatnya siapa? Umatnya Nabi Muhammad, umatnya Syekh Abdul Qadir Jaelani, umatnya Kyai Slamet, atau umatnya Kyai Kanjeng ? Kalo anda ini umatnya nabi Muhammad, yang harus kamu teladani ya Rasulullah SAW, bukan yang lain.Bukankah kamu mengakui bahwa nabi SAW adalah Uswatun hasanah ?

Tapi, bukankah kita juga harus mengikuti ulama/ulil amri ?

Mengikuti ulama / ulil amri hukumnya wajib. Tetapi ada syaratnya, ulama/ ulil amri tsb HARUS SESUAI DG QURAN SUNNAH, jika ajarannya tidak sesuai dengan Quran Sunnah, hukumnya HARAM diikuti. Jadi hukum mengikuti ulama itu harus dilihat dalam konteks apa dulu. Jangan dipukul rata yang penting ngikut. Kalo seperti itu, anda tak ubahnya seperti keledai yang dicocok hidungnya. Menelan mentah-mentah ucapan murabbi anda tanpa DASAR/DALIL yg jelas sama saja anda tidak menggunakan akal anda.

Dan satu lagi, anda jangan suka mengolok-olok masalah agama (terkait BID'AH) karena konsekuensinya sangat besar. Mohon anda renungi

"Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu) tentulah mereka akan menjawab: "Sesungguhnya kami hanya bersenda gurau dan bermain-main saja." Katakanlah: "Apakah terhadap Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kalian berolok-olok? Tidak usah kalian meminta maaf, karena sungguh kalian telah kafir sesudah beriman." (At Taubah: 65-66)

Ini menunjukkan bahwasanya sebelum ucapan ini mereka adalah orang-orang yang beriman, maka tatkala mereka mengucapkannya mereka menjadi murtad dari Islam. Padahal mereka mengatakan: “Ini hanya senda gurau” karena perkara-perkara agama ini tidak boleh dibuat senda gurau dan main-main. Sungguh Allah telah mengkafirkan mereka setelah keimanan mereka. Kita memohon keselamatan kepada Allah.

fariedrj is based in Jakarta, Jakarta, Indonesia, and is a Stringer on Allvoices.
Report Credibility
 
  • Clear
  • Share:
  • Share
  • Clear
  • Clear
  • Clear
  • Clear
 
 
 
Advertisement
 

News Stories

 
  • Ormas Islam Kembali Tolak Tempat Karaoke Fantasy

      Moreover Silicon Valley
    Sedikitnya 100 orang massa gabungan dari organisasi kemasyarakatan Islam mendatangi balai kota Cirebon Jumat (26/11). Mereka kembali menolak pengoprasian tempat karaoke Fantasy yang dikabarkan akan grand opening pada Minggu (28/11) mendatang. Massa...

Blogs

 >
  • Islam Browser: Signs for Those who Have Faith with Certainty ...

      islambrowser.blogspot.com
    وَفِي الْأَرْضِ آيَاتٌ لِّلْمُوقِنِينَ. And on the earth are signs for those who have Faith with certainty,. Dan pada bumi ada tanda-tanda (yang membuktikan keesaan dan kekuasaan Allah) bagi orang-orang (yang mahu mencapai pengetahuan) yang yakin,.

Videos

 >
 

More From Allvoices

Related People

Report Your News Got a similar story?
Add it to the network!

Or add related content to this report



Use of this site is governed by our Terms of Use Agreement and Privacy Policy.

© Allvoices, Inc. 2008-2014. All rights reserved. Powered by PulsePoint.