KPKNL Jakarta 1 dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi terkait lelang aset Benua Indah
Linkedin

KPKNL Jakarta 1 dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi terkait lelang aset Benua Indah

Jakarta : Indonesia | Jul 30, 2010 at 1:30 AM PDT
XX XX
Views: Pending
 

Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jakarta I, hari ini akan dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), lantaran dinilai melakukan penurunan nilai aset dalam lelang aset milik Benua Indah Group (BIG), dari taksiran Rp 700 miliar menjadi Rp 295 miliar.

Menurut Koordinator Bidang Hukum Serikat Petani Nasional (SPN) Agus Subarjo, KPKNL Jakarta I telah membuat pengumuman harga limit lelang aset tersebut senilai Rp 295 miliar. dari pengumuman lelang yang dilakukan serbelumnya pada bulan Juni 2010 harga yang ditawarkan oleh KPKNl Sekitar Rp 320 milyar

“Jika KPKNL Jakarta I memaksakan lelang, maka negara akan menderita kerugian sebesar Rp 25 miliar,” ujar Agus Subarjo di Jakarta, Jumat (30/7).

Agus menyebutkan, jika dihitung dengan kasat mata, nilai aset BIG yang akan dilelang berupa 23 .000 hektar kebun sawit yang sudah produktif, dua pabrik pengolahan kelapa sawit, stok crude palm oil (CPO), dan berbagai alat berat, nilainya tak kurang Rp 700 miliar.

“Kalau niat KPKNL Jakarta I melakukan lelang untuk menyelamatkan uang negara, maka harga limit lelang setidaknya sama dengan nilai hutang Benua Indah group. Apalagi nilai aset yang dilelang jauh diatas nilai hutang BIG,” jelasnya.

Untuk bahan laporan ke KPK, Agus menyebutkan, pihaknya telah menyiapkan berbagai dokumen seperti dokumen pengumuman lelang KPKNL, dokumen pernyataan bersama (PB), dan dokumen-dkumen lainnya nyang dianggap perlu.

Agus mengakui, laporan ke KPK tersebut, lantaran merasa tindak pidana korupsi sebagaimana terjadi pada lelang aset BIG, sangat merugikan keuangan negara, dan menghambat pembangunan nasional.

Agus memperkirakan, timbulnya mark down limit lelang ini, lantaran ada pihak-pihak yang berkomplot untuk merekayasa lelang demi kepentingan mereka.

“Pihak-pihak yang berkomplot tersebut bisa saja melibatkan oknum orang dalam KPKNL Jakarta I, dan oknum pengusaha yang berminat membeli aset Benua Indah Group dengan harga murah,” ujarnya.

Benua Indah Group Divisi Perkebunan yang beroperasi di Ketapang di Kalimantan Barat, terdiri dari PT Subur Ladang Andalan, PT Antar Mustika Segara, PT Bangun Maya Indah dan PT Duta Sumber Nabati, merupakan debitur macet yang penanganan kreditnya telah diserahkan kepada pihak KPKNL (dahulu PUPN), pada 12 April 2005 dengan jumlah utang macet sebesar Rp480,7 miliar. (*bo)

tikuscnetury is based in Jakarta, Jakarta, Indonesia, and is a Stringer for Allvoices.
Report Credibility
 
  • Clear
  • Share:
  • Share
  • Clear
  • Clear
  • Clear
  • Clear
 
 
 
Advertisement
 

More From Allvoices

Report Your News Got a similar story?
Add it to the network!

Or add related content to this report



Use of this site is governed by our Terms of Use Agreement and Privacy Policy.

© Allvoices, Inc. 2008-2014. All rights reserved. Powered by PulsePoint.