TANGGAL 1 Oktober 2009 ini, para anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) masa bakti 2009–2014 akan dilantik. Berbagai harapan kita sampaikan kepada para wakil rakyat itu agar kehidupan demokrasi jauh lebih baik dari apa yang pernah kita alami di masa lalu. Meski di masa lalu DPR diibaratkan taman kanak- kanak atau bahkan disebut juga salah satu institusi yang korup di negeri ini, tak ada salahnya kita tetap berharap adanya perbaikan di masa kini dan mendatang.
Ada beberapa harapan yang perlu kita sampaikan kepada para wakil rakyat yang terhormat agar nuansa kehidupan politik yang demokratis terasa lebih indah dan bermakna.
Pertama dan terutama, kita berharap para wakil rakyat itu benar benar menempatkan dirinya sebagai wakil rakyat yang bekerja sepenuhhatimewakilirakyat, bukananggota DPR yang haus rasa hormat.
Kedua, berbekal sumber daya manusia anggota Dewan yang jauh lebih baik daripada DPR lalu,DPR periode 2009–2014 kita harapkan lebih kritis menjalankan fungsifungsi legislatif dari proses legislasi di parlemen; pengajuan hakhak DPR seperti hak inisiatif, hak angket,hak tanya,hak untuk melakukan investigasi, hak bujet, dan sebagainya benar-benar dijalankan secara akademis dan politis.
Ketiga,kita tidak ingin para anggota Dewan yang baru terjerembab ke dalam kubangan politik uang seperti yang pernah dialami oleh sebagian kecil para anggota Dewan di masa lalu yang bermuara pada persoalan kasus korupsi. Kita juga tidak ingin kursi-kursi ruang sidang parlemen, baik sidang paripurna, sidang komisi-komisi di DPR,rapatrapat dengar pendapat umum, rapat-rapat panitia kerja maupun rapat-rapat panitia khusus terasa kosong sehingga menimbulkan cibiran dari masyarakat terhadap para anggota Dewan terhormat.
IKRAR NUSA BHAKTI
Profesor Riset Bidang Intermestic Affairs LIPI
http://www.indonesia.go.id/id/index.php?