The Secret of RAMADHAN
Linkedin

The Secret of RAMADHAN

Banyuwangi : Indonesia | Aug 23, 2009 at 6:02 AM PDT
XX XX
Views: Pending
 


RAMADHAN is a month which is very close to the ear every Muslim, even since the children we still have introduced the Ramadan, we all know that Ramadan is the fasting month, but very rare among us who understand what is the meaning of Ramadan and yangterkandung from the word "Ramadan" itself.

Ramadan is leksikal means: burning, very hot. Designation Ramadan month-to-9 on the calendar-Hijriah according to the weather conditions for the month. "

We should see the pride in the spirit of worship that arise when Ramadan arrived, but in the more pride we should grieve more because there is a phenomenon as if our society and not worship Ramadan Ramadan worship of his Lord, if we worship the Lord, it is not Ramadan sepatutnyalah us lotus-malasan worship outside the month of Ramadhan.

Ramadan is a word that's five letters, and each letter has a specific meaning, namely: Ra: grace (God's mercy), Mim: maghfirah (forgiveness of God), Dhod: Dhommanun li al jannah (heaven guarantees to achieve), Alif: Amaanun an Nar min (protected from fire) Nun: Nurullahi al Azizi al Hakim al Ghofuuri ar Rahiim (light of Allah is infinite power and wisdom, Forgiving and loving.)

When we study the meaning of the word Ramadan we will be more confident that the coming month of Ramadhan is a keberkahan bring from Allah SWT for us as His servants. This is consistent word of the Prophet Muhammad SAW in haditsnya, means: Abi's Hurairoh RA, that the prophet Muhammad SAW said during Ramadan has arrived: you have come to the days of blessings, the month you are required to fast and dibukalah the gates of heaven and ditutuplah the gates of hell and syaithan-syaithan in fetters, in the month there is a night better than thousand months, whoever is not able to get a good month of Ramadhan will haramlah for heaven. Historical Ahmad, an Nasa'i, and Baihaqi.

From the above hadith there is a very close connection with the month of Ramadhan, the grace and magfirah are two very closely like the two sides on a coin that is not integral, the lower the grace of Allah SWT and His maghfirah-down Nyapun convoy, as well vice versa. When the grace of Allah SWT is accompanied by his maghfirah this flow has to get the assurance of heaven and avoid hell has been waiting for.

But this all can only be obtained when we can get a very Nur Illahi Court and Full of Wisdom, and omniscient, the Pengasih. So the series of letters from the word Ramadan is an exposure that is very clear in the process of travel to get happiness.

Ramadan seems imply meaning "Grace of Allah swt and Magfirah that bear a guarantee to go to heaven and avoid hell fire can only be with the way the light guidance from Allah SWT. Allah SWT said: He who is not given light by Allah SWT he had never a bit light. Qur'an: an Nur 40.

And light is the light Qur'an (Allah SWT) sent down to the light (Prophet Muhammad) in the month of Ramadan is full of light.

"Allah SWT said in the Qur'an: meaning" O orangorang believe that you have come to guide us and revealed to the light (the Qur'an), which provides an explanation. Qur'an: an Nisa 174 "

This regard is very clear in paparkan by Rasulullah SAW. in a haditsnya, he said: this means "fast and the Qur'an gives to the intercession of the servant of fasting on the Day of Resurrection, fasting said, O Lord, I have been eating and prevent it from lust then I make intercession for him, the Qur'an and said, oh God I do not mengakibatkanya sleep at night then I make intercession for them to be the blessing.

Historical Ahmad, Tibrani, Hakim said Shohih Muslim imam in the category.

Let's fill this Ramadan with love is a miracle of the Qur'an during the time of the largest, admire the scientists, greeted the delighted Cendikiawan,, orientalis pure subject of admiration, and received each layer will not be bored to read, read, learn, analyze, and is mengaflikasikannya a good charity.

With the love we can expect to reach a value of plus Ramadan is promised by the Prophet SAW in haditsnya, meaning "he who fasted Ramadan with faith and" ihtisaban (because only God and expect a reward from Him) then the forgiven one's sins are past. al history Bukhori hadith, Muslim, Tirmizie and Nasa'i.

In another hadith by Abu diriwayatkan the Hurairoh, he said, meaning: whoever "qiyam" conduct of Worship, prayer, etc.) in the month of Ramadhan with faith and "ihtisaban (because Allah SWT and the only hope the reward of his sins forgiven and the sin - past. diriwayat Bukhori Al-Hadith and Muslim.

Shiyam and Qiyam bring us achieve value plus until we can come out from the full blessing of the predicate forgiven.

Ramadan is full of blessing is not a free gift from Allah SWT, it is rather a debt which we guarantee loans with a very expensive, the reduction in the age of one year.

RAMADHAN adalah sebuah bulan yang sangat erat dengan telinga setiap muslim, bahkan semenjak kecil ki ta telah dikenalkan dengan Ramadhan, kita semua mengetahui bahwa Ramadhan adalah bulan puasa, namun sangat jarang diantara kita yang mengerti apa arti Ramadhan dan makna yangterkandung dari kata "Ramadhan"itu sendiri.

Ramadhan secara leksikal berarti : membakar, amat panas. Penyebutan bulan Ramadhan -bulan ke-9 pada kalender Hijriah- sesuai dengan kondisi cuaca pada bulan tersebut."

Kita patut bangga menyaksikan semangat beribadah yang timbul saat bulan Ramadhan tiba, namun dalam kebanggaan tersebut kita lebih patut lagi bersedih karena fenomena yang ada adalah seakan-akan masyarakat kita menyembah Ramadhan dan bukan menyembah Tuhannya Ramadhan, kalau memang kita menyembah Tuhannya Ramadhan maka tidak sepatutnyalah kita bermalas-malasan beribadah di luar bulan Ramadhan tersebut.

Ramadhan adalah sebuah kata yang terbentuk dari lima huruf, dan setiap hurufnya memiliki makna tertentu yaitu : Ra : rahmat (rahmat Allah), Mim : maghfirah (ampunan Allah), Dhod : Dhommanun li al jannah (jaminan untuk menggapai surga), Alif : Amaanun min an nar (terhindar dari neraka) Nun : Nurullahi al Azizi al Hakim al Ghofuuri ar Rahiim (cahaya dari Allah swt yang maha kuasa dan bijaksana, maha pengampun dan pengasih.)

Saat kita telaah makna yang terkandung dalam kata ramadhan tersebut kita akan semakin meyakini bahwa datangnya bulan Ramadhan adalah membawa sebuah keberkahan dari Allah SWT untuk kita sebagai hamba-Nya. Hal ini sesuai sabda Nabi Muhammad SAW dalam haditsnya, Artinya : dari Abi Hurairoh RA, bahwasanya nabi Muhammad SAW berkata saat Ramadhan telah tiba: telah datang kepada kalian bulan yang penuh berkah, pada bulan tersebut engkau diwajibkan berpuasa dan dibukalah pintu-pintu surga dan ditutuplah pintu-pintu neraka dan syaithan-syaithan di belenggu, dalam bulan tersebut ada satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan, barang siapa yang tidak mampu mendapatkan kebaikan bulan ramadhan tersebut maka haramlah baginya surga. Riwayat Ahmad, an Nasa'i, dan Baihaqi.

Dari hadits di atas terdapat kaitan yang sangat erat dengan bulan Ramadhan itu sendiri, rahmat dan magfirah adalah dua sisi yang sangat erat bagaikan dua sisi pada uang logam yang tak terpisahkan, disaat Allah SWT menurunkan rahmat-Nya maka maghfirah-Nyapun turun mengiringi, demikian juga sebaliknya. Ketika rahmat Allah SWT yang diiringi oleh maghfirah-Nya ini telah mengalir maka jaminan mendapatkan surga dan terhindar dari neraka telah menanti.

Namun hal ini semua hanya bisa didapat ketika kita bisa mendapatkan Nur Illahi yang maha Agung dan Bijaksana, maha Pengampun dan Pengasih. Jadi rangkaian huruf dari kata Ramadhan ini adalah sebuah pemaparan yang sangat jelas dalam proses perjalanan mendapatkan kebahagiaan.

Seolah Ramadhan membisikkan makna "Rahmat dan Magfirah Allah swt yang pasti berbuah jaminan untuk masuk surga dan terhindar dari api neraka hanya bisa diraih dengan cara mengikuti cahaya bimbingan dari Allah SWT. Allah SWT berfirman : Barang siapa yang tidak diberi cahaya oleh Allah SWT tiadalah dia mempunyai cahaya sedikitpun. Alquran : an Nur 40.

Dan cahaya tersebut adalah Alquran yang Cahaya (Allah SWT) turunkan kepada Cahaya (Muhammad saw) di bulan Ramadhan yang penuh cahaya ini.

"Allah SWT berfirman dalam Alquran : artinya "Wahai orangorang yang beriman telah datang kepada kalian petunjuk dan kami turunkan kepada kalian cahaya (Alquran) yang memberikan penjelasan. Alquran : an Nisa 174"

Kaitan ini sangatlah jelas di paparkan oleh Rasulullah SAW. dalam sebuah haditsnya, Beliau bersabda : artinya " Alquran dan puasa memberikan syafaat kepada hamba yang berpuasa pada hari kiamat, puasa berkata, wahai Tuhan, aku telah mencegahnya dari makan dan syahwat maka jadikanlah aku syafaat baginya, dan Alquran berkata, wahai Tuhan aku mengakibatkanya tidak tidur waktu malam maka jadikanlah aku syafaat baginya maka keduanya menjadi syafaat.

Riwayat Ahmad, Tibrani, Hakim berkata Shohih dalam kategori imam Muslim.

Mari kita isi Ramadhan ini dengan mencintai Alquran yang merupakan mukjizat terbesar sepanjang zaman, di kagumi para ilmuwan, disambut gembira para cendikiawan,, orientalis murni tunduk penuh kekaguman, diterima setiap lapisan dan membacanya tak akan bosan, membaca, mempelajari, menelaah, dan mengaflikasikannya adalah sebuah amal kebajikan.

Dengan kecintaan ini kita harapkan bisa meraih nilai plus dari bulan Ramadhan ini yang dijanjikan oleh Rasulullah SAW dalam haditsnya, artinya "barang siapa berpuasa Ramadhan disertai keimanan dan dan "ihtisaban (karena Allah dan hanya mengharap pahala dari-Nya) maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. al hadits riwayat Bukhori, Muslim, Tirmizie dan Nasa'i.

Dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Abu Hurairoh, Beliau bersabda, artinya : barang siapa "qiyam" melaksanakan Ibadah, sholat dll) dalam bulan Ramadhan disertai keimanan dan "ihtisaban (karena Allah SWT dan hanya mengharap pahala dari-Nya maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Al Hadits diriwayat Bukhori dan Muslim.

Shiyam dan Qiyam menghantarkan kita menggapai nilai plus tersebut hingga kita bisa keluar dari bulan yang penuh berkah ini dengan predikat diampuni.

Ramadhan yang penuh berkah ini bukanlah sebuah pemberian gratis dari Allah SWT, justru sebaliknya adalah sebuah hutang yang kita pinjam dengan jaminan yang sangat mahal, yaitu berkurangnya umur sebanyak satu tahun.

1 of 1
Ramadhan
The secret of RAMADHAN
AhmadKhaerulAnam is based in Jakarta, Jakarta, Indonesia, and is a Stringer on Allvoices.
Report Credibility
 
  • Clear
  • Share:
  • Share
  • Clear
  • Clear
  • Clear
  • Clear
 
 
 
Advertisement
 

Images

 >
 

More From Allvoices

Report Your News Got a similar story?
Add it to the network!

Or add related content to this report

Most Commented Reports



Use of this site is governed by our Terms of Use Agreement and Privacy Policy.

© Allvoices, Inc. 2008-2014. All rights reserved. Powered by PulsePoint.