NYUNYU BANGETTTT
Linkedin

NYUNYU BANGETTTT

Jakarta : Indonesia | Oct 27, 2012 at 11:02 AM PDT
XX XX
Views: Pending
 


“mau kemana ma???”Tanyaku.
“keluar sebentar”jawab mama singkat.
“kemana??”tanyaku lagi.
‘lagi-lagi nggak mau cerita kenapa sih ma kok ditutup-tutupin gitu,lagian kalau aku tau aku nggak akan ikut dengan mama,tapi nyatanya aku nggak tau kemana mama pergi.’

‘aku selalu khawatir kalau mama ada apa-apa di luar sana,memang aku dari dulu tinggal sama mama hanya berdua,karna mama dan papa tidak bersama lagi sejak aku masih duduk di bangku TK Nyunyu,dan sejak saat itu aku selalu ingin dxengan mama dan sampai saat ini,walau sekarang aku sudah duduk di bangku SMP Nyunyu aku masih ingin selalu bersama mama,yah aku tau tingkahku ini kekanak-kanakan ta ppi entah mengapa aku sangat nyaman jika aku bersama mama,dan sejak itu aku nggak rela kalau mama pergi malam-malam tanpa aku disampingnya,aku selalu menunggunya dirumah sampai larut malam dan belum bisa tidur jika tanpa mama.’Hmm...Sebut saja gadis manja dan kekanak-kanakan ini dengan nama Selena,semua orang dirumah nggak suka dengan skapku yang seperti ini,aku selalu nggak suka jika mama menikah lagi,aku benci seseorang yang seseorang yang bisa menggantikanku di mata mama,tapii semogalah itu tidak terjadi.. L

Satnight ini aku ada persami di sekolah,saat itu mama meneleponku untuk menanyakan gimana keadaanku,dan dia bilang dia akan membawakan makanan untukku,sebenarnya aku sudah makan tadi,tapi tak apalah biar mama ke sekolah menengokku.

Dan saat aku membaca buku di kelas tempat aku tidur,HP yang ada di genggamanku berdering dan itu SMS dari mama,mama bilang kalau dia sudah berada di depan gerbang sekarang dan memohonku untuk keluar menemui dia.Saat aku keluar gerbang.
“mama kesini naik apa??sendirian??”tanyaku.
“nggak sama temen mama.”jawab mama.
“mana orangnya???”tanyaku.
“itu orangnya.”Kata mama sambil menunjuk ke arah seseorang yang sedang melihatku sambil tersenyum dari arah jauh.
“ohh...dia...Jelek..!!”kataku jengkel.
“udah ta Cuma temen mama kok.”
“yaudah ma hati-hati aja ya,udah aku masuk dulu mau ada brieveing soalnya,makasih makannya ma.”
“oke hati-hati ya Sel”
“okkee mama!!”

‘Hmm...siapa dia ya??apa jangan-jangan itu pacar mama???ahh msak iya sihh???semoga bukkann..’kataku dalam hati.

Hari Minggu waktunya aku pulang ke rumah,mama kemarin malem tanya ke aku katanya,kamu mau dijemput temen mama yang kemaren atau eyang???yahh berhubung aku nggak kenal dengan teman mama itu jadi terpaksa deh ngerepotin eyang.

Minggu malam,sahabat sekaligus teman kerja mama yang paling dekat banget sama mama kerumah bersama pacarnya dan orang yang katanya teman mama waktu nganterin nasi pada waktu aku persami sabtu kemarin.Dari dekat emang orangnya kelihatan banget kalau supel,periang,baik,tapi tetep aja aku benci sama dia,dia kan sudah merebut mama dari aku,hufftt.....

***

Berhari-hari,berbulan-bulan,sampai hampir satu tahun mama bersama orng tersebut.sebut saja namanya putra.Aku mulai akrab-akrab-dan akrab dengan dia,dan mama selalu bilang ke aku dihadapan om putra seperti ini “kamu mei sudah manggil om putra papa,sel” berhubung mama ngomongnya di depan on putra jadinya nggak bisa jawab aku.

Hmm....Mama bilang Mei harus bilang om putra papa,nahh sekarang bulan apa???sekarang sudah Maret hmh....masa’ bisa aku secepat ini???

***

Bulan mei pun datang,semua perlengkapan pernikahan sudah lengkap dipersiapkan,orang tua om putra dari Kalimantanpun sudah datang,aku nggak nyangka ternyata aku bisa fine dan happy dengan dia (om putra),hingga saat ini datang ,aku nggak berpikiran yang lain elain aku harus bisa memanggil dia PAPA.

Pernikahan tlah dimulai dan telah selesai satu jam yang lalu,om putra masih canggung dengan keluarga ini,dan semua orang di keluarga ini juga masih menganggap dia sebagai orang lain,walau tak mereka tunjukkan itu semua aku tau dari sikap mereka.

Tidak terasa sudah satu bulan pernikahan mama dan om putra eh maksudku papa sudah berlalu,aku sekarang sudah bisa memanggil dia papa.

Tanggal 3 juni ini adalahulang tahunku yang ke 14,saat pagi dan siang,papa tidak ada dirumah,dia sedang bekerja dan pulang jam 19.00.Aku dan mama menunggunya dirumah.Dan tak terasa Jam sudah menunjukkan pukul 19.00,dan ternyata papa belum pulang,Hmm..... papa kemana ya???Mama cemas.

Tiba-tiba terdengar suara sepeda motor papa dari kejauhan.
“Nahh.... itu dia papa,ma.”
“iya tuh.”
Papa masuk rumah dan membawa bungkusan misterius.
“Apa’an itu pa???”tanyaku penasaran melihat papa menyembunyikan bungkusan tersebut.
“Jangan diambil sebelum papa selesai mandi.”
“yah lama donkk..”
“udah sabar ajja”
Setelah papa selesai mandi,ganti baju dan dia mengambil bungkusan misterius yang kunanti itu ke hadapanku,yang membuatku semakin penasaran dengan tingkah misterius papa.Setelah di buka,aku tak menduga ternyata isinya sebuah mini tart cake buat aku,tart mini tersebut dibagi aku,papa,dan mama.
Aku tak peduli dengan hadiah papa berikan tapi aku mempedulikan rasa kebersamaan yang ditimbulkan.Tak pernah aku rasakan sebelumnya rasa kebersamaan ini sebelumnya.

Setelah pesta mini tart selesai,pukul 23.00 tepat kita pergi kerumah tante ntuk mengajaknya dinner bersama di suatu rumah makan di Surabaya.Kirta sangat senang walau pesta kecil-kecilan tapi tak apalah. J

***

Berbulan-bulan tlah kita lewati bersama,dan malam itu aku menunggu papa dirumah sambil melamun dengan HP di genggamanku,dan bunyi dering Hpku merusak lamunanku,dan saat itu aku mengira kalau itu mungkin temanku tanya PR ternyata PAPA,ada apa dengan dia???
“Ada apa pa???”
“Sel,papa dirumah sakit Sel”jawab papa lemas.
“APAAA!!!!!!Kenapa pa???Sakit apa???”tanyaku kaget.
“Nggak papa Cuma’ kecelakaan kerja sedikit.”
“Kenepa???”
“Tangan papa retak,ketimpa mesin.”
“hhaahh.... Sekarang papa dimana???”
“DI RKZ Sel,nanti bilang eyang ya suruh jemput mama kerja soalnya papa masih di UGD ini,sama papa nanti kirimin nomer telpon kantor mama ya.”
“i..i..ya pa,”jawabku gugup.
“yaudah kalau gitu Sel,nggak usah bingun semua Sel,papa nggak papa kok Cuma’ retak doang.”
“i..i..ya pa.”
“yaudah gitu aja ya.”
“i..i..ya”
“Kenapa papamu put???”tanya tante.
“Kecelakaan kerja te,tangannya retak.”jawabku lemas dan sambil nenangin diri.
“HAHH???!!! Sekarang dia dimana??”tanya tante lagi.
“di RKZ te.”
‘aku nggak nyangka aku bisa sekhawatir ini ke dia,padahal aku dulu selalu nggak suka kalau mama bertemu dia,selalu aku mengejek dia,dan ternyata sekarang,aku butuh dia dan ternyata aku tak bisa hidup tanpa dia,aku selalu ingat kenangan bersama dia sebelum dia sakit,saat jemput mama malam-malam,saat ketawa-ketawa bareng,makan bareng,aku selalu ingat itu,dan satu lagi,aku nggak nyangka aku bisa nangis saat tau dia sakit,saat mengenang kenangan bersama dia,dan saat mengingat-ngingat semua tentang dia.’kataku dalam hati dan tak terasa setitik air mata mengalir dipipiku.

“Tante nggak menjenguk papa ta???”tanyaku sambil menahan tangisku.
“iyya nanti”jawab tante singkat.
“ohh....”
‘ingin sekali aku bisa menjenguk papa,’
Keesokan harinya aku diajak eyang untuk menjenguk papa,dan mama sudah menungguku disana,dan saat aku sampai disana papa sedang menjalankan operasi,semoga saja papa baik-baik saja disana.Sekitar 2 jam aku,eyang,dan mama menunggu di ruang tunggu akhirnya ruang operasi dan nama papa dipanggil juga,dan akhirnya papa menjalankan operasi dengan baik.Keadaan papa tak seperti yang aku duga,dan ternyata keadaannya lebih parah dari yang kuduga,aku kasihan lihat papa seperti ini.
Malam harinya pintu kamar papa diketuk oleh seorang perawat untuk disuntik Vitamin,saat itu aku melihatnya dengan jelas,papa merintih kesakitan,tiba-tiba sebuah pemikiran terlintas di benakku,kalau papa seperti ini demi aku,demi aku biar bisa sekolah,tapi nyatanya apa yang ku perbuat buat dia??tidak ada!tiap papa ingatkan aku untuk belajar aku selalu berkata iya tapi dikamar aku malah nonton TV,aku merasa bersalah atas ini semua,dan air mataku kembali menetes di pipiku,segera aku mengusapnya,karna aku tak ingin ada orang lain yang mengetahui jika aku menangis.
Keesokan harinya aku terpaksa harus pulang,karna aku harus bersekolah.
Bye papa,semoga lekas sembuuuh,aku menunggumu dirumah.
***

Hari senin papa pulang kerumah dengan keadaan yang labih membaik daripada pertama aku jumpai saat setelah operasi.Syukurlah papa sedikit lebih baik..
sekarang kita bisa bercanda bareng,makan bareng lagi,rasa kebersamaan kembali muncul di keluarga ini.
Telah lama aku menantikan suasana seperti ini papa,suasana bersamamu.
Keadaan paling mahal adalah saat bersamamu. J
Jangan pergi lagi papa....
aku tidak bisa hidup tanpa rasa kebersamaan yang kau berikan..
thank’s PAPA J J JJ J

pijanvijan is based in Pekan Baru, Riau, Indonesia, and is a Stringer for Allvoices.
Report Credibility
 
  • Clear
  • Share:
  • Share
  • Clear
  • Clear
  • Clear
  • Clear
 
 
 
Advertisement
 

More From Allvoices

Report Your News Got a similar story?
Add it to the network!

Or add related content to this report



Use of this site is governed by our Terms of Use Agreement and Privacy Policy.

© Allvoices, Inc. 2008-2014. All rights reserved. Powered by PulsePoint.