IMAJINASI. KEKUATAN VISUAL; Pameran Patung Baru “Simpangan”.
Linkedin

IMAJINASI. KEKUATAN VISUAL; Pameran Patung Baru “Simpangan”.

Jakarta : Indonesia | Jul 29, 2012 at 2:11 PM PDT
XX XX
Views: Pending
 
IMAGINATION. VISUAL POWER; New Sculpture Exhibition

Reportase oleh : Taufan S Chandranegara.

Dualisme di dalam karya “Trimatra” (Sculpture); Komersial dan non komersial itu biasa. Pilihan bebas ada pada kreatornya. Yang terpenting dalam sebuah ajang pameran seni apapun tidak ada pencurian karya pihak lain yang di pindahkan (di tiru sama persis) lalu di pamerkan, dan di bubuhi identitas pelakunya di karya hasil meniru sama persis itu.

Saya tidak akan bicara karya otentik atau aslinya sebuah ide. Di pameran “Trimatra (Sculpture)” yang sedang berlangsung 28 – July sampai dengan 11 Agustus 2012, di Jakarta, Pasar Minggu “Kawasan komunitas seni SALIHARA” Indonesia. Saya akan mengatakan bahwa seni “Trimatra (Sculpture)” yang terjadi di pameran itu adalah; “Seni Trimatra (Sculpture) Adaptif” bebas dan tidak sakral seperti sebuah dogma akademis, yang menjadi agama di kesenian, lalu menjadi gila dan jatuh sekadar menjadi karya eksentrik, isme dan binal. Meski perlu di garis bawahi bahwa; otentik atau aslinya sebuah ide, sesungguhnya tidak ada. Di seni global sekarang ini yang terjadi adalah; Seni Adaptif yang sudah tertanam di abad sejarahnya sejak lampau.

Karya para jagoan “Trimatra Indonesia (Sculpture)” yang di pamerkan dengan teks; Pameran Patung Baru “Simpangan”, antara lain karyanya :

Erwin Utoyo, bertajuk; Prepared for weekend; Media, mix media; Ada genit di sana dan menggoda, ada ranah piawai mengolah bahan. Meski karyanya kali ini agak terasa gamang mencari pijakan ketentraman, dalam kemelut ide yang gamang. Apakah ini ranah maju atau ranah mundur untuk seorang Erwin Utoyo?. Karyanya lumayan bagus. (***).

Septian Harriyoga, bertajuk; Six Pack; Media, duralium; Perfeksi pencapaian akurasi identik pada bentuk fleksibel kebendaan. Karyanya bagus. (*****).

Aditya Novali, bertajuk; Platform; Media, baja; Ruang menjadi sirna diantara waktu yang bertaut, garis adalah cakrawala. Karyanya bagus. (*****).

Komroden Haro, bertajuk; Dalam Hening; Media, resin poliester, cat; Seratus Binatang Kelelawar di gantung tampak asimetris di lighting warna biru, meski terganggu oleh bias dari cahaya toko di ruang sisi lain. Tetap terasa menggugat. Seperti impian mengancam kegelapan, karena terang tak jua datang. Karyanya bagus. (*****).

Anusapati, bertajuk; Stair; Media, kayu jati; Sisi lain dari ruang menuju imajinasi anak tangga, Tanda eleman pintu, sebagai titik masuk menuju peradaban. Karyanya bagus. (*****).

Abdi Setiawan, bertajuk; Kelas Amatir; Media, akrilik, resin, kasa, hidrofil, kayu jati; Seperti ada suara disosok objek itu, suara kekalahan dan kemenangan. Suara sportifitas jagoan. Bukan seperti suara pecundang yang mencuri uang rakyat lalu berteriak : “Aku Demokrasi”. Karyanya bagus. (*****).

Didi Kasi, bertajuk; Pakaian Perang 1 (Zirah); Media, serat kaca, kayu jati, besi, plastik; Dentuman idea dari hidup sehari-hari. Ketika budaya metro meninggalkan tradisi menuju multi swalayan. Mengibarkan budaya snob dalam life style metropolis yang norak dan kampungan. Ditengah hiruk pikuk pilkada yang menghabiskan uang negara; Tradisi tetap hidup di dalam kardus, meski tanpa subsidi. Karyanya bagus. (*****).

Handiwirman Saputra, bertajuk; Tak berakar tak berpucuk. Benda #10; Media, spon, plastik, pipa pvc, baja, kain, screen print puff ink, aluminium; Kanal totalitas pada ranah tak sekadar berani berbeda. Kepastian pilihan pada ide menemukan langit. Kesenian adalah pilihan. Kesenian adalah keberanian. Terasa di jiwa yang kuat. Karyanya bagus. (*****).

Hardiman Radjab, bertajuk; Radio “Gaga”; Media, mix media; Suara elektronik yang lahir menjadi propaganda, isme-isme tertentu. Kadang Memukau. Kadang memuakkan. Sebuah isme bisa menghancurkan mesin generasi, dengan suara-suara aneh yang menghipnotis agar menjadi kaumnya. Ketika itu terjadi. Demokrasi terasa mati. Orang-orang bungkam dalam kata aklamasi. Karya ini berhasil memberi makna pada kemenangan kuota korupsi, menjadi bencana yang menjijikan, melebihi sifat pornografi di era kini. Karyanya bagus. (*****).

Ichwan Noor, bertajuk; Rekonstruksi No.8; Media, perunggu, besi; Bukan sebuah kesakitan yang terasa di permukaan seperti tampaknya. Dengan baja yang mencabik sisi hidup abad kemanusiaan. Bencana anarkisme politik azazi, yang di menangkan oleh sistem majikan di balik kekuasaan di mesin demokrasi. Abad manusia yang terikat pada isme yang di tusukan di semesta tubuhnya. Haruskah nurani di kalahkan oleh kultus? Karyanya bagus. (*****).

Redy Rahadian, bertajuk; Kesatuan 3; Media, baja yang dilukis; Cakrawala yang di gapai oleh titian vertikal detail baja, dalam akurasi potongan simetris yang matrik. Dunia terasa mengecil. Klimaks dalam birahi idiom yang menjulang dan menantang. Kokoh dan etos mandiri. Di tengah hiruk pikuk degradasi perhelatan pasar malam sebuah bazar di lorong metropolitan. Karyanya bagus. (*****).

Rudi Matovani, bertajuk; The Earth And The World (series); aluminium, cat; Ini bukan sisi lain dari dunia, di kehidupan. Ini sisi lain dari rentang metafisik dari suatu penalaran terhadap kebendaan dan kehidupan. Muskil. Tapi bukan surealistik standart yang berkumandang di seni rupa Indonesia, akibat ulah kubu-kubu seni rupa yang kuno dan masih memuja dogma akademis menjadi agama seni mereka. Karya Rudy ini, magic, metafisik dan nalar. Karyanya bagus. (*****).

Yuli Prayitno, bertajuk; Di dalam Di antara Hitam; Media, karet silikon, kain; Cermin memantulkan obyek di dalamnya, kepada diri dan lingkungan. Serangan fajar dan tenggelamnya matahari adalah ritus sakral alam raya. Siapa mati di rentang waktu? Bisa kapan saja di mana saja. Di kursi empuk parlemen sekalipun. Globalisasi fastfood bukan racun dunia, tapi senjata bunuh diri massal abad modern. Tanpa musik The Rolling Stone atau Keroncong Ayu Waldjinah. Karyanya bagus. (*****).

Nus Salomo, bertajuk; Armor Skin #1; Media, serat kaca dengan finishing logam; Blow up visual kulit sebagai ranah macro. Tak mencapai klimaks dari esensi kulit sebagai pembalut isi dari suatu moral imajinasi. Nus Salomo, terasa tanggung dalam melakukan masturbasi ide kreatifnya dan berhenti di dinding sebagai “dwimatra (dua dimensi)”. Karyanya cukup bagus. (***).

Saya tidak bermaksud memberi penilaian. Seni sangat relatif pada nilai. Saya memberi citra pada para kreatornya sesuai dengan keyakinan yang saya nikmati di ruang pameran itu. Pencitraan yang lahir akibat dari totalitas bersama interaksi karya mereka. Yang menggempur ruang pameran di gedung “Kawasan komunitas seni SALIHARA”, yang mendadak terasa sempit. Ini karena kegilaan dari enersi yang serentak dari para perupa. Akibat dari karya mereka yang meluas di ruang bundar, sempit dan memang menggila. Berteriak. Tanpa suara ringkik demokrasi, seperti yang di teriakan kaum partai atau organisasi atas nama di sebuah negeri utopia.

Pameran Patung Baru “Simpangan”, adalah murni milik suara kreator yang berpihak pada nuraninya. Tak terkesan mewakili apapun. Mereka mewakili ide dan dirinya. Di tengah “Kawasan komunitas seni SALIHARA” yang hingga kini, barangkali, masih terasa awam dan asing bagi kaula pencinta seni yang lebih luas. “Kawasan komunitas seni SALIHARA” masih kurang berteriak lantang; Akulah “Kawasan komunitas seni SALIHARA!”. Aku bukan komunitas isme yang mengutuk dirinya menjadi seragam, menjadi koloni atas nama dogma!

Sebuah pertanyaan yang masih menggantung di awan-awan : Untuk Asikin Hasan, sebagai kurator pameran ini. Apakah pameran ini akan berhenti di sini, lalu tidur panjang seperti sebuah bidang garis lurus reformasi? Atau akan hidup terus diruang bundar "Salihara" kelak? Asikin Hasan, menjawab : “Saya berharap pameran ini akan membawa arah baru pemahaman orang tentang seni patung. Dan saya akan terus menajamkannya dengan pameran patung lainnya”.

Jakarta, Indonesia July 29, 2012/Tasch.

1 of 1
IMAGINATION. VISUAL POWER; New Sculpture Exhibition "deviation".
TaschTaufan is based in Jakarta, Jakarta, Indonesia, and is a Reporter on Allvoices.
Report Credibility
 
  • Clear
  • Share:
  • Share
  • Clear
  • Clear
  • Clear
  • Clear
 
 
 
Advertisement
 

More From Allvoices

Report Your News Got a similar story?
Add it to the network!

Or add related content to this report

Most Commented Reports



Use of this site is governed by our Terms of Use Agreement and Privacy Policy.

© Allvoices, Inc. 2008-2014. All rights reserved. Powered by PulsePoint.